Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Malang, Jawa Timur, menetapkan enam pasangan calon yang lolos untuk mengikuti Pilkada Kota Malang periode 2003-2018 yang digelar pada 23 Mei 2013. Rapat Pleno terbuka menetapkan pasangan calon pengundian nomor urut dan deklarasi damai, di Hotel Gajahmada, Kota Malang. Seusai mendapatkan nomor urut, tiap-tiap pasangan memercayai angka yang didapat adalah angka keramat alias angka keberuntungan. Berdasarkan hasil penetapan nomor urut pasangan calon yang melalui undian secara acak, pasangan H Dwi Cahyono-H Nuruddin mendapatkan nomor urut 1, pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo nomor urut 2, Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Jarwoko mendapatkan nomor urut 3, Mujaiz-Yunar Mulya nomor urut 4, Agus Dono-Arif HS nomor urut 5, dan pasangan M Anton-Sutiaji mendapatkan nomor urut 6.
Sebelumnya, Menjelang Pelaksanaan Pilkada Malang yang digelar pada tanggal 23 Mei 2013, Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebikjakan (Lapora) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang merilis hasil survey mengenai elektabilitas pasangan calon walikota dan wakil walikota yang akan maju di Pilkada kota Malang 2013.
Survey sendiri dilakukan dengan melibatkan sekitar 30 Enumator yang terdiri dari Mahasiswa Fisip dengan Koresponden 600 warga dengan sebaran di 5 kecamatan yakni, Kecamatan Blimbing 127 responden, Kedungkandang 132, Sukun 125, Klojen 100 dan Kecamatan Lowokwaru 117 Responden serta Margin Error hanya sekitar 3,8 persen.
#Untuk Hasil Quick Count Pilwali - Pilkada Kota Malang 2013 - lihat klik disini -
Hasil Survey Lapora pun menyatakan bahwa Pasangan Abah Anton-Sutiaji yang diusung partai Gerindra dan PKB mendulang elektabilitas tertinggi dengan suara 41,5 persen disusul dengan pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) yang diusung PDIP diurutan kedua dengan suara 24,2 persen.
Istri Walikota Malang Heri Pudji Utami yang berpasangan dengan Sofyan Edi Jarwoko (DaDi) menempati urutan ketiga dengan raupan suara 21,6 persen. Pasangan Agus Dono-Arif HS yang diusung oleh partai Demokrat, PKS, Hanura menempati urutan ke empat dengan raihan suara 5,2 persen, sementara itu dua pasangan Independen yakni Dwi-Uddin dan Mujais-Yunar masing meraih suara 5,2 persen dan 2,1 persen.
Kepala Lapora Faza Dora Nailufar menyatakan bahwa responden berdasarkan pendidikan terakhir. Sebaran SMA/Setara 42 persen, Perguruan Tinggi 21 persen, SMP 18 persen. Diperoleh angka bahwa Responden yang memilih berdasarkan kapabilitas calon 70,1 persen, yang memiliki persamaan partai 13 persen, berdasarkan imbalan tertentu 4,9 persen dengan angka Golput 3,4 persen. Adanya angka 21 persen swing footers itu tidak bisa merubah peta politik secara signifikan.
Untuk mengamankan jalannya tahapan Pemilihan Wali Kota Malang, Kepolisian Resor kota Malang menyiapkan 2.000 personel gabungan. Kepolisian menjamin, tidak ada lagi aksi intimadasi selama Pilkada berlangsung. Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas menjelaskan, 2.000 personel yang disiapkan merupakan gabungan dari unsur Polres Malang Kota, dan Brimob, serta bantuan dari Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Menurutnya, personel keamanan siap diturunkan melakukan pengamanan sewaktu-waktu hingga hari H pelaksanaan Pilwali 23 Mei nanti. Ia berharap, masyarakat Kota Malang bisa menjaga agar situasi Kota malang tetap kondusif agar pelaksanaan Pilwali berjalan lancar dan aman. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada lagi tindakan intimidatif yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab terjadi lagi di Kota Malang. - Hasil Quick Count Pilkada -
#Untuk Hasil Quick Count Pilwali - Pilkada Kota Malang 2013 - lihat klik disini -
2:31 AM | 0
comments | Read More








